Jumat, 05 Februari 2016

Pencarian Dinosaurus di Rinjani







Saat itu dari berbagai artikel dan pendapat yang saya buat sendiri , Dinosaurus masih ada hingga sekarang , oleh karena itu saya bertepatan dengan agenda Pendidikan dan Latihan Pemantapan Gunung Hutan Gopala Valentara PMPA FH UNS menuju Pulau Lombok ,tepatnya Gunung Rinjani , yang target sebelumnnya adalah Gunung Salak , berhubung ada kecelakaan pesawat sukhoi yang nyungsep , jadi pendakian Gunung Salak ditutup dan kita ambil kesepakatan untuk putar haluan.
15 anggota GOVA melakukan pendakian dari Beskem Sembalun , 7 jam kita berjalan hingga pos 3 dimana kita ambil air dengan cara menggali pasir dan menunggunya beberapa saat hingga terdapat genangan air yang kita ambil dengan gelas.Ada hal yang berkesan yaitu satu pohon yang tumbuh saat kita melewati sabana Rinjani yang luas untuk kita bernaung dari terik matahari , kita menamai Pohon Kesyahduan haha , dimana kita bersrapah kalau ada yang menebang pohon itu,si penebang bakal ngerasa haus terus walaupun udah minum satu galon air ,
Keesokannya lanjut , kita melewati Sembilan Bukit Penyesalan , berpapasan dengan Bule Perancis yang botak , dan memprovokasi kita , " For me it's easy , but for all of you ,umm I dont think so .." freakkk banget kan --" , sampai pelawangan kita makin syok haha ketika ambil air di sumber , ada bule yang lagi mandi haha dan disini harapan saya menemukan dinosaurus semakin besar. 

Pelawangan kita lakukaan summit attack , sampai ke puncak cerah :) langsung Hymne Gova berkumandang , perjalanan balik ke Pelawang harus hati - hati kaena ada rombongan kami termasuk saya terperosok ke jalan berpasir yang menipu,kalau di Semeru Blank 76 gitu , di Pelawangan ita bikin nasi goreng penyambung nyawa dengan 25 cabai ala Pepong dan Kak Alex.
Turun ke Segara Anak , kita mencoba air hangat Kalak sekalian ambil air bersih yang berdekatan dengan sumber air hangat,karena air Danau bercampur dengan belerang jadi harus diolah berulang - ulang.
Turun lewat Senaru , sampai Senaru pukul 22.00 WIB langsung nyari home stay . Gagal menemukan dinosaurus , kita coba ke Gili Trawangan ,sudah mengelilingi Gili Trawangan tapi tak jugamenemukan dinosaurus , yaudah berbinacang dengan wisatawan Jepang,dia ga nyangka minuman suplemen PS bisa sukses , padahal dulu pemiliknya menjual produknya dengan berkeliling.Yaudah lanjut ke Pulau Bali,siapa tahu saat Sowan ke Rumah ALB mas Afif dan Mas Yudhi ada referensi dinosaurs ditemukan,tapi sampai pulang dengan kereta Sri Tanjung masih belum menemukan dinosaurus.
Suka duka perjalanan , walau tidak menemukan dinosaurus antara lain :
1.Rombonganlah ketika melakukan trip ke Rinjani , selain meringankan anggaran juga bisa buat berkecroh - kecrohan di perjalanan haha selain itu ketika di kapal bisa saling menjaga satu sama lain
2.Masuk atau keluar Pulau Lombok melalui Pelabuhan Lembar , waspadalah karena sering ada preman buat minta jatah keamanan.
3.Pulau Lombok sering dijuluki Pulau Seribu Masjid juga Pulau Seribu Janda , rasakan aja langsung
4.Kata porter disana,tiap ada kegiatan Umat Hindu selalu ada sapi yang dibawa sampai ke Segara Anak untuk ritual keagamaan , tapi harus dalam  kondisi hidup .Ga kebayang deh wkwk
5.Sempet lihat jalur hartop Pak Harto dulu yang sampai ke Pelawangan, dulu kan pernah ada rencana dijadikan hotel berbintang , namun batal karena sulitnya sumber air , ikan ikan yang ada di Segara Anak juga katanya dari pembibitan Pak Harto
6.Jangan terlalu lama berendam di Air Kalak , bisa pusingg
7.Ramah nya Suku Sasak , semoga semakin menunjang potensi wisata Pulau Lombok ke depannya
8.Kalau mau mancing di segara anak , pastikan cuaca cerah dan lakukan pagi atau sore hari , kalau mau ngolah ikannya jangan lupa sampai bersih juga,karena jerohan ikan juga terkandung belerang
9.Kanan Kiri banyak ranjau tisu , jadi waspada dan berhati hati lah , kurang enak dipandang mata tapi ,ya itulah Rinjani Gunung Terindah se Indonesia , justru banyak wisatawan mancanegara yang mengunjungi nya 
10.Tetep persiapkan fisik , mental gunaka menejemn perjalanan dan buang sampah pada temaptnya.

Kamis, 04 Februari 2016

Sepeda Riwayatmu kini



KAYUH - KAYUH RODA DUA

Kring kring ada sepeda , sepedaku roda tiga , kudapat dari Ayah , karena rajin belajar
Yang merasakan suatu kegembiraan masa kecil , salah satunya ketika berhasil mengkayuh sepeda baik roda empat , roda tiga atau roda dua.Begitu juga saya , pertama berhasil naik sepeda ketika kelas 2 SD , saat itu langsung keliling kampung wkwkw ketika masih kelas 6 bersama teman kampung kita putuskan untuk mengisi hari minggu dengan bersepeda ke Waduk Cengklik yang jaraknya kurang lebih 10 km , tujuan kami adalah ke pintu airnya karena disana selain bisa mencari ikan wadr pari juga bisa belajar renang.Kegiatan tersebut rutin kita adakan sebulan sekali selama 3 bulan haha karena ada salah satu personel yang kemudian dimarahi orangtua karena dia yang paling tua kalau ada apa apa pasti dia yang dimintai tanggungjawab,katanya.
Sempat ketika bulan puasa kita mengisi waktu dengan bersepeda ke waduk cengklik juga , walaupun dari 5 orang yang bertahan puasa 3 orang termasuk saya dongg J.bersama temen temen kampung juga kita pernah bersepeda sampai Cokro Tulung ya,sumber mata air di Klaten itu.Lanjut SMP , kelas VIII saya masuk klub Burg Comunity wkwk komunitasnya pembawa sepeda kelas VIII F SMPN 1 Surakarta jaman itu , kita bersepeda sampai Candi Prambanan dan finish point di es cendol bogeman haha namun sayang untuk pulang karena kita tidak kuat lagi,kita menumpang pick up hingga Solo haha saat itu ada Vian,Adly,Warsito dan Ubaidillah.

SMA sudah mulai jarang karena sepeda sudah tidak terawat , kecintaan terhadap kayuh sepeda kembali mencuat ketika saya tertarik terhadap sepeda onthel , ya entah mengapa saya sangat tertarik dengan sepeda kuno satu ini,sedikit demi sedikit mengumplkan uang kesana kemari mencari referensi sepeda onthel,cukup satu bulan saya mencari kesana kemari dan akhirnya saat di Pasar Jongke ada yang menawarkan , akhirnya sepakat,rasa bangga sedikit sombong saat itu haha langsung saya pakai untuk berkeliling Kota Solo hingga Mojolaban dan Bekonang.Sering juga bersepeda tiap kamis malam bersama teman Mahasiswa Pecinta Alam serta teman tim Futsal SPARTAN FH UNS , dan biar kekinian juga sering ikut Solo Last Friday Ride.

Point Penting :
1.Sering lah memperhatikan piranti sepeda , jangan sampai seperti kendaraan yang gas pol rem blong.Biar mengkilap setelah dicuci olesi dengan minyak kayu putih selain sepedanya biar ga masuk angin juga bisa nampak mengkilap.
2.Terkadang sadel sepeda bisa menyebakan ketidaknyamanan,oleh karena itu perhatikan juga lebar pantat Anda haha
3.Bersepeda malam juga membutuhkan penerangan selain sebagai penunjuk jalan yang enak,juga sebagai petanda untuk pemakai jalur yang lain
4.Pastikan spesifikasi sepeda sesuai dengan kontur jalanan,yang makai gear yang fleksibel ga masalah,tapi kalau mengendarai fixi atau sepeda onthel kan kasian haha
5.Ketika bersepeda masal , juga jangan arogan ,tetap santu dan tetap taat aturan ,hilangkan pandangan bahwa sepeda kebal hukum , ingat juga bahwa kita juga berinteraksi dengan pengguna jalan yang lain , yang pada intinya sama – sama toleransinya jangan ingin menang sendiri.
5.SEMOGA KEDEPANNYA JALUR LAMBAT DAN JALUR SEPEDA YANG DISEDIAKAN OLEH PEMERINTAH MEILIKI FUNGSI YANG MAKSIMAL , BUKAN UNTUK BERDAGANG , PARKIR , NONGKRONG GENERASI MADESU wkwkw DAN JUGA JALANNYA MULUS ,SUPAYA KITA GA HARUS PUNYA PETA  MENGENAI LOKASI JALAN BERLUBANG 

PENGALAMAN MENANAM




Disini saya gak akan menggurui atau menjadi sok tahu , hanya menceritakan berbagai kesan dan pengalaman tentang sedikit tindakan saya bercocok tanam wkwkw
Ketika SD ada pratikum ilmu pengetahuan alam , dimana menaruh berbagai biji di suatu wadah yang diberi kapas mulai dari biji kacang , jagung , kedelai .Gumun ketika beberapa hari biji bijian tersebut bisa berubah bentuk , dan akhirnya dijelaskan oleh guru saya bahwa kebanyakan tanaman memang berkembang biak melalui biji.Saat SMP ketika diajar Bu Susan hehe yang juga sebagai pembina KIR jaman dahlu , semakin banyak praktek mengenai tanaman , mulai pengamatan bentuk daun , sebaran tanaman dan daerah idealnya , saat itu yang aling berkesan ketika jalan – jalan muter stadion manahan untuk mempelajari tanaman dan keanekaragaman tumbuhan di sekitar stadion manahan.Saat SMA mulai mengenal banyak teori bagaimana menanam tanaman yang benar , sekedar teori aja sih haha.

Awal kuliah , ada ajakan dari teman untuk melakukan penghijauan kembali Gunung Merapi pasca erupsi di tahun 2010 , walaupun secara sukarela banyak pengalaman yang saya dapatkan wkwk , mulai dari tidak mendapat dukungan dari instansi terkait dengan alasan tanah yang belum ideal untuk ditanami kembali , tidak mendapat persetujuan dari warga daerah setempat , dan sosialisasi yang kurang mengenai adanya penanaman.Mengenai tidak adanya dukungan dari instansi terkait , ya memang secara teori ,struktur tanah masih labil dan masih banyak mengandung asam tetapi kalau kita hanya terpaku pada teori tanpa mengambil tindakan sama sekali kan juga sayang XP , mengenai tidak mendapat persetujuan warga juga terkait karena kurangnya sosialisasi jadi begini haha geli juga sih di suatu desa yang terdampak erupsi kita langsung melakukan penanaman hanya bermodal ijin dari kecamatan,alhasil tanaman yang kita tanam diambil warga untuk dijadikan pakan ternak haha
Berpengalaman dari desa sebelumnya , ceritanya ini beda desa , kita mulai lakukan perijinan dan permisi ke masyarakat desa sejalan dengan itu kita sosialisasi serta pembagian bibit tanaman , kita berpikir halaman rumah tiap keluarga juga cukup luas sama saja boong kalau kita hanya menanam daerah sekitaran lereng padahal pepohonan di rumah warga juga terdampak erupsi.Ketika penanaman kita terkendala tenaga haha maklum bibit ( pohon+tanah dalam polybag) ada beratnya 200 gram , tinggal dikali aja 600 biji wkwkw harus bolak balik juga.Saat itu menanam trembesi dan lupa namanya haha , gali tanah ,tanam kemudian kita buat seperti gundukan dan diberi bambu sebagai pertanda bahwa itu tanaman penghijauan,untuk daerah lereng kita membuat lubang sekitar 30 cm dari tanaman yang dimaksud agar tanaman tidak terkena sapuan air secara langsung.

Untuk penanaman bakau , walau saya belum pernah terjun secara langsung tetapi pernah mendapat cerita dari rekan yang menggeluti kegiatan di mangrove.Intermezo dulu ya bakau itu kalau tanamannya dihitung tunggal kalau mangrove itu kumpulan tumbuhan bakau (jamak) ,hehe .Mudah sebenarnya asal ada bibit bakau yang bentuknya panjang nohh , Cuma ditancap di daerah pesisir untuk itu bakal tumbuhan belum bisa bertahan dari abrasi air laut , perlu bantuan dari kita untuk memecah ombak , berbagai metode untuk membuat pemecah ombak mulai dari gedeg anyaman bambu , sak sak pasir dan batu namun itu semua masih juga rusak terhempas terjangan ombak laut.Setelah berbagai percobaan akhirnya ditemukan pemecah ombak yang efektif yaitu dari ban mobil yang diikatkan pada bambu yang dibuat brikade sepanjang pesisir,(sayang saya ga ada fotonya) haha kalau kalian mau berkunjung ke wisata mangrove bisa ajak saya haha kita bisa berkeliling dengan perahu nelayan dan menikmati hidangan khas pesisir loh wkwk
Yang direnungkan :
1.Itu tadi sedikit pengalaman dari saya , kalau dirimu ?
2.Menanam tidak hanya sekedar menanam , kalau sekedar menanam ,burung pemakan biji yang eek nya ada biji tanaman yang bisa tumbuh juga bisa .Singkatnya butuh follow up habis kalian menanam,jsayang aja cuma datang,menanam,lupakan.Untuk yang penanaman di Merapi kita pantau loh,seminggu dan sebulan setelahnya , walaupun presentasi keberhasilan kecil hufft tapi persaudaraan yang kita jalin dengan warga yang membuat semua terasa menyenangkan.
3.Berkacamata di point nomer 2 , banyak CSR dari perusahaan , banyak agenda tutup buku dari instansi wkwk yang disalurkan dengan penanaman tanpa ada follow up ya begitu datang,tanama,lupakan.Sering sekali seperti itu , banyak yang menghadirkan pejabat atau orang terkenal dengan simbolisasi berupa karpet merah dengan ramah tamah yang meriah , tapi setelah itu satu atau dua hari kemudian , disiram aja jarang,yah sedihh.Dan di tahun berikutnya seperti itu lagi,bahkan saya pernah partispasi di tempat yang sama,dengan panitia yang sama dan juga pejabat yang sama
4.Kalau kalian menanam berikan nama kesayangan pada tanamanmu , ketika melihara hewan aja kalian kasih nama , ya bisa jadi efek psikologis jadi penyemangat kalian ngrawat ntu tanaman haha
5.Satu pohon berkayu keras yang lebih dari tiga meter bisa menyediakan oksigen setiap harinya untuk tiga sampai empat orang loh 



Rabu, 03 Februari 2016

Kawanan Argopuro




Berbagai artikel ataupun catatan pribadi pendaki mengatakan bahwa jalur pendakian menuju Puncak Rengganis , Puncak Arca dan Puncak Argopuro merupakan jalur terpanjang di Pulau Jawa , setelah saya bersama kawan coba menyambangi nya,ternyata benar adanya kala itu di bulan Februari 2013 saya ngreyen jaket saya haha
Baderan merupakan start point kita untuk melakukan pendakian , cukup memakan waktu hingga kami sampai bekas bandara jaman dahulu untuk pertukaran fauna atau transportasi kal itu Cikasur , kami butuhkan kurang lebih 14 jam sampai jalan seperti film Walking Dead 
Esok harinya lanjut , transit sebentar di Cisentor langsung hajar sampai Rawa Embik , dari sini malam hari kita lanjutkan dengan Summit Attack  dan akhirnya sampai lah puncakk

Perjalanan selanjutnya kita targetkan untuk sampai Danau Taman Hidup ,namun meleset dan kita kepayahan dengan bersuka suka kita mencari tempat camp alhasil kita dapatkan perengan yang biasa kita sebut untuk dataran yang cukup untuk 1 tenda saja padahal kita bersembilan haha jadi saya dan 2 orang lainnya bersuka rela untuk tidur beratap flysheet wkwkw ,
keesokan nya lanjut dengan persediaan air yang terbatas tapi tetep dengan ilmu menejemn yang cukup kita berhasil hingga Danau Taman Hidup berikut kenampakannya

Berpuas hati lanjut pulang ke Beskem Bremi , kita mendaki lintas Argopuro haha

Catatan yang berkesan
1.Lihat rombongan merak ketika perjalanan menuju cisentor,cukup terabadikan oleh indra penglihatan
2.Jangan sampai bosen menikmati sabana
3.Jangan terprovokasi dengan pemotor yang sampai Cikasur,nama juga pendakian gunung loh
4.Belum ke Argopuro kalau belum kena jancukan aka jelatang wkwkw
5.Mitos atau kebetulan ketika sampai Danau Taman Hidup ada yang misuh , eh kabut langsung turun
6.SEMOGA ARGOPURO TETAP LESTARI ADANYA , KARENA SAYANG AJA KEANEKARAGAMANNYA KALAU BENER BENER JADI AREA TAMBANG GAS ALAM



Kita harus berperan untuk masa depan

Perlindungan hutan merupakan bagian dari kegiatan pengelolaan hutan, termasuk perlindungan terhadap hasil hutan berupa tumbuhan dan satwa liar.Pemanfaatan Tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi dewasa ini (ilegal) ternyata telah menimbulkan masalah bagi keberadaan satwa tersebut yakni berkurangnya perhatian terhadap kelestariannya.Bila tidak di cegah maka akan berpotensi penurunan populasi yang menyebabkan terjadinya over exploited sumberdaya alam  yang bertentangan dengan kaidah-kaidah pelestarian sda sangat merugikan , contoh permasalahan pemanfaatan berbagai jenis penyu laut, ancaman terhadap jenis-jenis penyu tersebut banyak terdapat di berbagai daerah di Indonesia.
 Landasan Yuridis
—Pasal 33 ayat (3) Undang-undang Dasar 1945, bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya di kuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
—UU No. 5/1990, tentang KSDAE pasal 2 dan 3
  Pasal 2 (dua) berbunyi : —“Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya berasaskan pelestarian kemampuan dan pemanfaatan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya secara serasi dan seimbang”.
b. Pasal 3 (tiga) berbunyi :—“Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya bertujuan mengusahakan terwujudnya kelestarian sumber daya alam hayati serta keseimbangan ekosistemnya sehingga dapat lebih mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia”.
Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999, tentang Kehutanan,
Menurut pasal 6 ayat (1) hutan mempunyai tiga fungsi yaitu :
  a. fungsi konservasi,
  b. fungsi lindung, dan
  c. fungsi produksi 
Peraturan yang lain yang masih berhubungan dengan Konservasi
—Undang-undang nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP)
—UU No 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan LH, sekarang menjadi UU Perlindungan dan Pengelolaan LHNo 32 tahun 2009. Kegiatan pengelolaan perlindungan hutan merupakan salah satu aspek dalam kerangka kebijakan pengelolaan Konservasi secara berkelanjutan (sustainable),
—PP No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa,
—PP No 8/ 1999 tentang Pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar,
—Kepres No 43/ 1978 tentang Pengesahan CITES
—Kepmenhut No.691/Kpts-VI/1998 tentang Rencana Operasi Pengamanan Hutan dan Perkebunan Fungsional
—Kepmenhut No.301/Kpts-II/2001 tentang Inventarisasi Satwa Liar yang dilindungi dan bagian-bagiannya yang dipelihara oleh perorangan
—Kepmenhut No.447/Kpts-II/2003 tentang Tata Usaha Penangkapan atau Pengambilan dan Peredaran Tumbuhan Satwa Liar
—Instruksi Dirjen PHKA No. 762/Dj-IV/Ins/LH/2001 tentang Penertiban dan Penegakan Hukum Terhadap Penguasaan dan atau Perdagangan Orang Utan dan Satwa Liar yang dilindungi Undang-undang beserta habitatnya
—Undang-undang ini memuat norma hukum Positif yang menjadi dasar untuk penegakan hukum masalah perlindungan hutan dan konservasi sumber daya alam.

—Undang-undang nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP)
—UU No 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan LH, sekarang menjadi UU Perlindungan dan Pengelolaan LHNo 32 tahun 2009. Kegiatan pengelolaan perlindungan hutan merupakan salah satu aspek dalam kerangka kebijakan pengelolaan Konservasi secara berkelanjutan (sustainable),
—PP No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa,
—PP No 8/ 1999 tentang Pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar,
—Kepres No 43/ 1978 tentang Pengesahan CITES
—Kepmenhut No.691/Kpts-VI/1998 tentang Rencana Operasi Pengamanan Hutan dan Perkebunan Fungsional
—Kepmenhut No.301/Kpts-II/2001 tentang Inventarisasi Satwa Liar yang dilindungi dan bagian-bagiannya yang dipelihara oleh perorangan
—Kepmenhut No.447/Kpts-II/2003 tentang Tata Usaha Penangkapan atau Pengambilan dan Peredaran Tumbuhan Satwa Liar
—Instruksi Dirjen PHKA No. 762/Dj-IV/Ins/LH/2001 tentang Penertiban dan Penegakan Hukum Terhadap Penguasaan dan atau Perdagangan Orang Utan dan Satwa Liar yang dilindungi Undang-undang beserta habitatnya
—Undang-undang ini memuat norma hukum Positif yang menjadi dasar untuk penegakan hukum masalah perlindungan hutan dan konservasi sumber daya alam.
  Paling tidak yang bertanggung jawab terhadap tumbuhan dan satwa liar
a. Lingkup Kehutanan
- Polisi Kehutanan
- PPNS Kehutanan
- Satuan Pengamanan Hutan dan
- Tenaga Pengamanan Hutan lainnya.

b. Lingkup Instansi Terkait
- POLRI 
- TNI (TNI Angkatan Laut
 - Bea Cuka
- Karantina Pertanian dan Karantina Ikan 
- Imigrasi
- Kejaksaan 
- Hakim pada PN, PT dan MA
 dan yang pasti peran aktif dan partisipasi masyarakat juga sangat menunjang terhadap keberhasilan upaya pemerintah dan tanpa memandang permasalahan terhadap lingkungan hanya permasalahan regional kedaerahan saja tetapi masalah global yang perlu perhatian khusus dari semua








  1. Pengetahuan dan pengenalan spesies flora fauna yang ada Indonesia , menjadi dasar penting dalam usaha pelestarian. Tidak diperlukan menjadi seorang ahli untuk dapat mengetahui suatu spesies. Sebagai masyarakat pengguna atau lapangan, yang diperlukan adalah bagaimana mendapatkan sumber rujukan, sebagai alat untuk mengetahui dan mengenal spesies flora fauna.Peran aktif masyarakat sangat diperlukan Membantu pemerintah dalam proses pengambilan keputusan, perencanaan dan pengelolaan lingkungan dalam hal pengendalian dampak negatif dan mengembangkan dampak positif yang meliputi aspek biofisik, sosial ekonomi, budaya dan kesehatan masyarakat.
  2. Mengintegrasikan pertimbangan lingkungan dalam tahap perencanaan rinci pada suatu kegiatan Pembangunan.
  3. Sebagai pedoman dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada suatu kegiatan Pembangunan.
  4. Mengetahui permasalahan lingkungan yang mungkin timbul di masa yang akan datang dan cara-cara pencegahan serta penanggulangan sebagai akibat adanya kegiatan suatu pembangunan.
  5. Sebagai pedoman untuk melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan
  6. Sebagai bahan penguji secara komprehensif dari kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan untuk kemudian mengetahui kekurangannya.
  7. Mengurangi kekuatiran tentang perubahan yang akan terjadi atas rencana kegiatan suatu pembangunan.
  8. Memberikan informasi mengenai kegiatan Pembangunan Industri , sehingga dapat mempersiapkan dan menyesuaikan diri agar dapat terlibat dalam kegiatan tersebut.
  9. Memberi informasi tentang perubahan yang akan terjadi, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan dampak positif dan menghindarkan dampak negatif.
  10. Sebagai bahan pertimbangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengelolaan lingkungan.